Jumat, 22 Mei 2026

Putuk Truno: Romantisme air terjun di Prigen, Kabupaten Pasuruan

 

Tersembunyi di lereng Gunung Welirang dan Gunung Arjuno, Air Terjun Putuk Truno menawarkan oase kesejukan di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Dengan ketinggian jatuhan air mencapai kurang lebih 45 meter, tempat wisata ini tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang spektakuler, tetapi juga kemudahan akses yang jarang ditemukan pada wisata air terjun lainnya.
Dikelilingi oleh tebing hijau dan vegetasi hutan hujan tropis yang lebat, udara di kawasan ini sangat segar. Suara gemuruh air yang jatuh dan percikan air yang terbawa angin menciptakan terapi alam yang ampuh untuk menghilangkan penat dari kesibukan kota.


Nama Putuk Truno konon berasal dari kata Putuk yang berarti ular (atau dalam beberapa versi berarti bukit), dan Truno dari nama Joko Tarub/Truno. Namun, legenda yang paling santer terdengar di kalangan masyarakat Prigen adalah kisah cinta antara Joko Tarub dan seorang putri keraton bernama Sri Rahayu.

Kisah ini menceritakan Sri Rahayu, putri seorang bangsawan yang jatuh cinta pada Joko Tarub, pemuda biasa dari kalangan rakyat jelata. Karena perbedaan kasta, ayah Sri Rahayu menentang keras hubungan tersebut dan menyembunyikan putrinya di sebuah tempat yang dijaga ketat di balik bukit (daerah sekitar air terjun saat ini).

Joko Tarub yang patah hati tidak menyerah. Ia bertapa dan memohon kepada Sang Pencipta agar dipersatukan kembali dengan kekasihnya. Konon, karena keteguhan dan kesucian cintanya, tubuh Joko Tarub berubah menjadi seekor ular besar (Putuk) untuk bisa menembus penjagaan gaib dan fisik ayah Sri Rahayu.

Akhirnya, mereka berdua berhasil bertemu di lokasi air terjun ini. Karena kisah perjuangan cinta mereka yang berhasil bersatu, masyarakat setempat percaya bahwa pasangan yang berendam atau sekadar membasuh muka di bawah percikan Air Terjun Putuk Truno akan memiliki hubungan cinta yang abadi dan harmonis.

Air terjun dengan tiket masuk diakhir pekan sebesar Rp 22.000,00 ini menawarkan track yang menyenangkan. Dari loket pintu masuk, pengunjung disuguhi pemandangan hutan yang sejuk. Berjalan kaki sejauh sekitar 400 meter tidak akan terasa melelahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar